Mau kasih kado buat ibu atau pengin ganti anting ibu sendiri, biasanya kita langsung mentok di satu pertanyaan, modelnya yang mana ya. Pilihan di toko banyak banget dan kalau salah pilih, anting yang sudah dibeli ujungnya cuma nganggur di kotak perhiasan.
Ibu biasanya butuh anting yang cantik tapi ga berlebihan, nyaman dipakai seharian, dan gampang dipadukan sama baju apa saja. Karena itu di artikel ini kita langsung bahas model modelnya yang spesifik, lengkap dengan kesan yang ditimbulkan dan cocoknya buat acara apa.
Model Anting Emas untuk Ibu yang Dipakai Harian
Buat dipakai ke pasar, ke kantor, atau sekadar di rumah, pilih model yang ringan dan ga gampang nyangkut di jilbab atau rambut. Tiga model ini paling pas buat pemakaian rutin.
1. Giwang Bulat Polos
Giwang bulat polos adalah model stud paling dasar, berupa bulatan emas kecil tanpa hiasan yang menempel langsung di cuping. Ukurannya bervariasi dari yang sangat mungil sampai yang agak besar, dan umumnya beratnya sekitar 0,5 sampai 2 gram sehingga ringan dipakai seharian. Permukaannya bisa dibuat mengilap atau doff, jadi kamu bisa menyesuaikan dengan selera ibu.
Kesannya rapi, bersih, dan dewasa. Anting ini ga berusaha mencuri perhatian, tapi justru bikin penampilan ibu terlihat terawat dan berkelas dengan cara yang tenang. Karena bentuknya sederhana, model ini hampir selalu nyambung dengan baju apa pun, dari daster rumahan sampai blus kerja, termasuk saat ibu memakai kerudung.
Cocok dipakai ke pasar, kantor, atau antar jemput cucu. Kalau ibu baru pertama kali mau punya anting emas, giwang polos ini pilihan paling aman dan hampir ga pernah salah. Desainnya yang sederhana juga bikin taksiran harganya gampang dihitung berdasarkan berat dan kadar.
Soal perawatan, giwang polos termasuk gampang dirawat. Cukup dilap lembut dengan kain bersih setelah dipakai, dan hindari menyimpannya bercampur dengan perhiasan lain supaya permukaannya ga tergores. Dengan perawatan sederhana, kilaunya bisa bertahan bertahun tahun.
2. Giwang Bunga Melati
Giwang ini berbentuk kelopak melati kecil yang bertingkat dengan titik tengah timbul seperti putik. Ukirannya halus sehingga ada permainan cahaya yang cantik saat terkena sinar, terutama kalau permukaan kelopaknya dibuat dengan sedikit tekstur. Ukurannya biasanya tetap mungil, jadi ga terkesan berlebihan di telinga.
Kesannya manis, lembut, dan sedikit nostalgia. Bunga melati identik dengan kesederhanaan dan keharuman, jadi anting ini ikut membawa nuansa hangat yang pas buat sosok ibu. Dibanding giwang polos, model ini terasa lebih hidup tapi tetap sopan dan ga ramai.
Model ini pas buat ibu yang suka detail tapi ga mau terlihat mencolok. Cocok dipakai ke acara sekolah anak, kumpul keluarga, atau jalan santai bareng teman arisan. Kalau dipadukan dengan kerudung polos berwarna lembut, ukiran bunganya akan terlihat makin menonjol dan cantik.
Saat memilih, perhatikan kerapian ukiran di tiap kelopak. Ukiran yang halus dan simetris menandakan pengerjaan yang baik, sedangkan yang miring atau kasar biasanya terlihat kurang rapi dari dekat. Minta lihat langsung di toko supaya kamu bisa menilainya sendiri.
3. Anting Huggie Twist Kecil
Model huggie berbentuk cincin mungil yang menempel rapat di cuping, dengan permukaan berpilin seperti tali. Pengaitnya model klik sehingga menutup rapat dan ga gampang terbuka sendiri. Diameternya kecil, jadi anting ini terlihat seperti melingkari cuping dengan manis.
Kesannya modern tapi ga genit. Karena menempel rapat, anting ini jarang tersangkut kerudung, rambut, atau kerah baju, jadi aman buat ibu yang aktif bergerak seharian. Garis pilinnya juga memberi tekstur sehingga tampilannya terasa lebih berkelas dibanding cincin polos biasa.
Cocok buat ibu yang ingin tampil sedikit beda dari giwang biasa tanpa harus repot. Cara pakainya praktis dan cukup nyaman dipakai seharian. Hanya saja pastikan pengait kliknya benar benar rapat saat dipasang, dan cek berkala supaya tetap kencang.
Soal ukuran, pilih diameter yang pas dengan cuping ibu. Kalau terlalu besar, anting akan terlihat menggantung dan mudah bergeser, sedangkan yang terlalu kecil bisa terasa menekan. Coba pasang dulu di toko untuk memastikan kenyamanannya.
Model Anting Emas untuk Ibu ke Pengajian dan Arisan
Untuk acara yang suasananya santai tapi tetap rapi, pilih anting yang kelihatan elegan tanpa terlalu mencolok. Dua model ini bisa jadi andalan.
1. Anting Emas dengan Mutiara Bulat
Mutiara putih kecil yang dipasang pada dudukan emas, kadang dilengkapi kelopak tipis atau bingkai di sekelilingnya. Warna mutiara yang putih lembut menyatu dengan kulit sehingga tampilannya halus. Perlu diingat mutiara bukan emas, jadi kalau suatu saat dijual kembali, nilai yang dihitung biasanya berasal dari emas pada dudukannya.
Kesannya elegan, tenang, dan berwibawa. Mutiara dari dulu identik dengan perhiasan wanita yang dewasa dan anggun, jadi anting ini langsung memberi aura keibuan yang berkelas tanpa terlihat berlebihan.
Warna netralnya cocok dipadukan dengan gamis atau kerudung berwarna pastel seperti krem atau dusty pink. Pas dipakai ke pengajian, arisan, atau pertemuan wali murid. Simpan dengan baik dan hindari kontak langsung dengan parfum atau hairspray karena mutiara lebih sensitif dibanding emas.
Saat membeli, cek juga kualitas mutiaranya. Mutiara yang bagus punya permukaan halus dan kilau lembut, tanpa goresan atau bintik yang mengganggu. Tanyakan ke toko apakah mutiaranya asli atau imitasi supaya harganya terasa masuk akal.
2. Anting Koin Motif Klasik
Bentuknya lempengan bulat pipih dengan ukiran halus di permukaannya. Ada yang bermotif bunga, ada yang bergaris melingkar, dan ada juga yang tepinya bergerigi kecil. Model ini sudah lama dikenal di perhiasan emas Indonesia dan selalu punya penggemar setia.
Kesannya hangat, tradisional, dan berkelas. Banyak ibu merasa model ini terasa akrab karena mengingatkan pada perhiasan zaman dulu, bahkan mungkin mirip anting yang pernah dipakai nenek. Justru di situ daya tariknya, ada nuansa nostalgia yang bikin ibu merasa nyaman.
Cocok buat ibu yang suka tampilan klasik dan sering memakai kebaya atau batik ke acara arisan maupun kondangan santai. Karena bentuknya lebih lebar dari giwang biasa, pilih yang ukurannya sedang dan bobotnya ringan supaya cuping ibu ga cepat pegal.
Perhatikan juga kedalaman ukirannya. Ukiran yang tegas membuat motif tetap terlihat jelas walau sudah sering dipakai, sementara ukiran yang terlalu dangkal bisa cepat aus. Minta lihat langsung dan putar anting di bawah cahaya untuk menilai detailnya.
Model Anting Emas untuk Ibu ke Kondangan dan Acara Keluarga
Buat acara besar seperti pernikahan atau lebaran keluarga, ibu bisa tampil lebih istimewa dengan anting yang punya efek jatuh dan kilau lebih. Tiga model ini layak dipertimbangkan.
1. Anting Tetes Air
Model teardrop ini menjuntai pendek dengan bentuk seperti tetesan air, biasanya dihias mata zirkonia kecil di bagian atas atau tengahnya. Panjangnya umumnya ga berlebihan sehingga tetap nyaman, dan ada juga versi polos tanpa batu untuk yang lebih suka simpel.
Kesannya anggun dan segar. Bentuk memanjangnya membantu wajah terlihat lebih tirus, sementara kilau zirkonia memberi efek cerah di sekitar wajah. Gerakannya yang halus saat ibu menoleh juga menambah kesan lembut dan feminin.
Pas untuk kondangan atau acara keluarga yang butuh tampilan lebih spesial tanpa terlihat mencolok. Kalau ibu memakai baju berkerah tinggi atau kerudung yang menutup leher, pilih tetes air yang panjangnya pendek supaya antingnya tetap kelihatan dan ga tertutup.
Kalau memilih versi dengan zirkonia, pastikan batunya terpasang kokoh di dudukannya dan ga goyang saat disentuh. Batu yang longgar gampang lepas dan hilang. Perlu diingat juga, batu zirkonia bukan bagian dari nilai emas saat dijual kembali.
2. Anting Ukir Motif Kawung atau Kembang Tabur
Ukirannya terinspirasi dari motif batik, bisa kawung yang berupa lingkaran saling bertumpuk atau kembang tabur yang berupa bunga kecil tersebar. Biasanya berukuran sedang dan sedikit lebih lebar dari giwang biasa karena detail ukirannya butuh ruang supaya terlihat jelas.
Kesannya berbudaya dan berwibawa. Anting ini serasi banget dengan kebaya dan batik, bikin penampilan ibu terlihat khidmat dan terhormat di acara adat atau pernikahan. Motif kawung sendiri punya makna filosofis yang positif dalam tradisi Jawa, jadi nuansanya ikut terasa.
Cocok buat ibu yang menyukai nuansa tradisional dan sering hadir di acara keluarga besar. Pilih ukuran sedang supaya tetap anggun dan ga berat di telinga, serta pastikan ukirannya rapi dan cukup dalam supaya motifnya tetap jelas meski sering dipakai.
Karena ukirannya rumit, anting jenis ini biasanya punya ongkos pembuatan lebih tinggi. Jadi wajar kalau harga belinya terasa lebih mahal dibanding giwang polos dengan berat yang sama, sementara nilai jual kembalinya tetap mengikuti berat dan kadar emasnya.
3 . Anting Gantung Lonceng Mini
Model dangle berbentuk lonceng kecil yang menggantung dari kait atau tusuk dan bergoyang pelan saat ibu berjalan. Biasanya lonceng ini punya ukiran garis atau kelopak di badannya, kadang dengan bola kecil di bagian bawah. Pilih yang mungil supaya bobotnya tetap ringan.
Kesannya feminin, ceria, dan hangat. Gerak goyangnya bikin tampilan terasa hidup dan ga kaku, cocok buat ibu yang berkepribadian ramah dan suka bercanda. Anting ini juga mudah jadi penarik perhatian kecil yang menyenangkan tanpa terkesan pamer.
Pas untuk acara keluarga, lebaran, atau ulang tahun yang suasananya santai. Karena menjuntai, hindari memakainya saat beraktivitas berat atau saat kerudung sering ditarik, supaya antingnya ga tersangkut. Pastikan juga pengaitnya kuat karena model gantung lebih rentan lepas.
Soal ukuran, bandingkan dulu panjang gantungannya dengan jarak cuping ke bahu ibu. Gantungan yang terlalu panjang bisa menyentuh kerah atau kerudung dan terlihat berantakan, sedangkan yang pendek biasanya lebih praktis dipakai berjam jam.
Model Anting Emas untuk Ibu yang Telinganya Sensitif atau Tidak Ditindik
Ga semua ibu nyaman dengan anting tusuk biasa. Dua model berikut bisa jadi solusi buat ibu yang butuh kenyamanan ekstra.
1. Anting Ulir
Model screw back memakai pengunci putar di belakang telinga, bukan karet atau pengait biasa. Dari depan tampilannya sama persis seperti giwang pada umumnya, jadi ga ada yang kelihatan beda, hanya bagian belakangnya yang punya sistem ulir untuk mengencangkan.
Kesannya aman dan praktis. Ibu tetap tampil cantik tapi bisa beraktivitas tanpa khawatir antingnya hilang. Pas banget buat ibu yang pernah kehilangan anting sebelah gara gara karetnya longgar atau terlepas saat sedang berpindah tempat.
Model ini juga cocok untuk ibu yang aktif, sering naik motor, atau memakai kerudung yang rutin dilepas pasang. Satu hal yang perlu diperhatikan, jangan memutar terlalu kencang supaya cuping ga tertekan, dan lepas pasang dengan pelan agar ulirnya awet.
Saat membeli, pastikan ulirnya halus dan berputar mulus tanpa seret. Ulir yang kasar biasanya cepat macet dan bikin repot saat dilepas. Minta toko memperlihatkan cara memasang dan melepasnya supaya ibu langsung paham.
2. Anting Jepit
Model clip on ini dipasang dengan cara dijepit di cuping tanpa perlu lubang tindik. Ada yang bentuknya giwang bulat, ada juga yang berbentuk bunga atau tetes air. Sistem jepitnya biasanya memakai pegas kecil atau sekrup halus yang bisa diatur kekencangannya.
Kesannya sederhana dan ramah buat telinga. Cocok untuk ibu yang tidak ditindik atau lubang tindiknya sudah menutup, jadi tetap bisa merasakan cantiknya memakai anting emas tanpa prosedur apa pun.
Pilih yang bantalan jepitannya empuk supaya telinga ga cepat pegal, dan jangan dipakai terlalu lama dalam sekali pemakaian. Kalau terasa nyeri, lepas dulu dan istirahatkan telinga. Coba dulu di toko supaya kekencangannya pas, karena jepitan yang terlalu longgar gampang jatuh.
Perlu dicatat, model jepit biasanya punya bobot sedikit lebih besar karena ada mekanisme jepitannya. Jadi periksa juga beratnya supaya ga membebani cuping, dan tanyakan apakah bagian jepitannya terbuat dari emas atau logam lain karena ini memengaruhi taksiran harga.
Cara Memilih Kadar dan Berat Anting Emas untuk Ibu
Setelah model ketemu, ada tiga hal yang perlu kamu perhatikan supaya anting yang dibeli awet dan nyaman dipakai.
- Pilih Kadar yang Sesuai Pemakaian
Untuk anting yang dipakai sehari hari, kadar menengah seperti 18K atau 14K biasanya lebih tahan gesekan dibanding emas berkadar sangat tinggi yang lebih lunak. Kamu bisa baca pembahasan lengkapnya di karat emas adalah supaya ga salah pilih.
- Sesuaikan Berat dengan Kenyamanan
Anting yang terlalu berat bisa bikin cuping telinga pegal dan lama lama melar. Untuk pemakaian seharian sebaiknya pilih yang ringan, sedangkan anting yang lebih besar dan berat simpan buat acara tertentu saja.
- Perhatikan Pengaman Antingnya
Pengaman yang kuat bikin anting ga gampang hilang. Buat ibu yang sering kehilangan anting, panduan cara agar anting tidak mudah lepas bakal sangat membantu. Dan kalau kamu masih ingin lihat ragam bentuk anting secara umum, kamu bisa cek juga jenis anting emas yang sudah kami rangkum.
Cari Anting Emas Buat Ibu? Pilih Langsung di Kebundinar
Kalau sudah ada model yang bikin kamu kepikiran ibu, tinggal langkah terakhir yaitu memilih tempat beli yang bisa dipercaya. Kebundinar menyediakan berbagai model anting emas dengan transaksi sesuai prinsip syariah, jadi hadiah buat ibu juga terasa lebih tenang dan berkah.
- Pilihan model anting lengkap dari giwang polos sampai anting gantung
- Kadar emas diuji langsung di depan kamu sebelum transaksi selesai
- Harga jual beli transparan dan mengikuti harga emas terkini
- Bisa buyback kalau suatu saat anting ingin dijual kembali
- Melayani wilayah Jabodetabek dengan opsi datang langsung atau layanan antar jemput
Jadi kapan pun kamu siap kasih kejutan buat ibu, tinggal pilih modelnya dan serahkan sisanya ke Kebundinar.
