Emas telah digunakan sebagai alat tukar dan penyimpan nilai sejak ribuan tahun lalu. Di tengah berkembangnya berbagai instrumen investasi modern, sebagian orang kembali melirik bentuk emas klasik yang memiliki nilai sejarah dan prinsip syariah yang kuat, yaitu dinar emas.
Namun sebelum memutuskan untuk membeli, penting bagi Anda memahami secara menyeluruh apa itu dinar emas, mulai dari asal-usulnya, spesifikasi, hingga kelebihan dan kekurangannya. Pemahaman ini akan membantu Anda menilai apakah dinar emas sesuai dengan tujuan investasi, tabungan, atau kepemilikan aset jangka panjang yang Anda rencanakan.
Apa Itu Dinar Emas?
Dinar emas adalah koin emas yang telah digunakan sejak masa peradaban Islam awal. Secara historis, dinar mulai digunakan secara luas pada masa Kekhalifahan Umayyah sekitar abad ke-7 Masehi. Pada masa itu, dinar emas berfungsi sebagai alat tukar resmi dalam perdagangan lintas wilayah, karena nilai emasnya diakui secara universal dan relatif stabil.
Keberadaan dinar emas tidak lepas dari kebutuhan sistem moneter yang adil dan memiliki nilai intrinsik. Berbeda dengan uang kertas yang nilainya ditentukan oleh otoritas tertentu, nilai dinar melekat langsung pada kandungan emasnya. Inilah yang membuat dinar emas sering dikaitkan dengan prinsip ekonomi syariah, yaitu transparansi, keadilan, dan bebas dari unsur riba.
Dalam konteks modern, apa itu dinar emas tidak lagi dipahami sebagai alat pembayaran sehari-hari, melainkan sebagai aset logam mulia berbentuk koin. Banyak orang memanfaatkannya sebagai sarana investasi, lindung nilai, atau tabungan berbasis emas yang sesuai prinsip syariah.
Ciri dan Spesifikasi Dinar Emas
Dinar emas memiliki karakteristik khusus yang membedakannya dari emas batangan maupun perhiasan. Berikut ciri dan spesifikasi utama yang perlu Anda ketahui dari varian emas ini!
1. Kadar Emas Biasanya 22 Karat (91,7%)
Hal pertama yang perlu Anda ketahui tentang dinar emas adalah kadar emas yang digunakannya. Sebagian besar dinar emas dibuat dengan kadar 22 karat atau setara dengan 91,7 persen emas murni. Kadar ini dipilih karena dinilai ideal untuk koin, yaitu cukup tinggi dari sisi nilai emas, namun tetap kuat secara fisik sehingga tidak mudah aus atau rusak.
Kombinasi antara kemurnian dan kekuatan inilah yang membuat dinar emas cocok untuk disimpan dan diperdagangkan dalam jangka panjang.
2. Berat Standar ± 4,25 Gram
Selain kadar emas, berat koin juga menjadi ciri penting yang membedakan dinar emas dari emas lainnya. Dinar emas umumnya memiliki berat standar sekitar 4,25 gram per keping. Standar ini merujuk pada ukuran dinar klasik yang digunakan sejak masa awal Islam. Dengan berat yang relatif kecil, dinar emas mudah disimpan dan dibagi dalam jumlah tertentu sesuai kebutuhan.
Karakter ini menjadikan dinar emas fleksibel digunakan sebagai aset simpanan maupun investasi bertahap.
3. Bentuk Koin dengan Tulisan Arab atau Kaligrafi
Ciri lain yang mudah dikenali dari dinar emas terletak pada bentuk dan desainnya. Berbeda dengan emas batangan, dinar emas berbentuk koin dan biasanya dihiasi tulisan Arab atau kaligrafi Islami. Desainnya tidak menampilkan gambar manusia, melainkan lafaz atau kutipan tertentu. Bentuk ini menegaskan identitas dinar sebagai koin emas berbasis nilai historis dan religius.
Selain sebagai alat simpan nilai, tampilan ini juga memberi makna simbolis yang kuat bagi pemiliknya.
Kelebihan dan Kekurangan Dinar Emas
Sebelum memutuskan membeli, memahami apa itu dinar emas juga berarti memahami sisi kelebihan dan kekurangannya secara seimbang. Simak poin-poin kelebihan dan kekurangannya berikut ini!
1. Kelebihan Dinar Emas
- Memiliki nilai intrinsik yang jelas. Nilai dinar emas sepenuhnya ditentukan oleh kandungan emasnya, bukan oleh kebijakan moneter atau kepercayaan pasar semata
- Selaras dengan prinsip syariah. Dinar emas sering dipilih oleh masyarakat yang ingin memiliki aset bebas riba dan berbasis transaksi riil
- Mudah disimpan dan dibagi. Ukurannya yang kecil membuat dinar emas praktis untuk disimpan atau dialokasikan sebagai tabungan bertahap.
2. Kekurangan Dinar Emas
- Standar bisa berbeda antar produsen. Tidak semua dinar emas di pasaran memiliki standar berat dan kadar yang benar-benar seragam, sehingga pembeli perlu lebih teliti.
- Likuiditas bergantung pada tempat jual beli. Tidak semua toko emas menerima dinar emas, sehingga penjualan kembali biasanya bergantung pada komunitas atau penyedia tertentu.
- Harga jual kembali bisa berbeda dari emas batangan. Dalam beberapa kasus, dinar emas dinilai sebagai koin kolektibel, sehingga harga buyback tidak selalu mengikuti harga emas batangan secara penuh.
Mau Investasi Koin Dinar Emas? Hubungi Kebundinar Jual Beli Emas Syariah
Setelah memahami apa itu dinar emas, langkah selanjutnya adalah memilih tempat jual beli yang aman dan terpercaya. Kebun Dinar melayani jual beli koin dinar emas dengan proses syariah, transparan, dan sesuai prinsip yadan bi yadin. Kebun Dinar memiliki beberapa cabang yang dapat Anda kunjungi langsung, yaitu:
- Cikini Gold Center, Lantai Ground AKS 11, Jakarta Pusat
- ITC Depok, Lantai Ground C35–C36
- ITC BSD Serpong, Lantai Ground B1 No. 2
Melalui kebundinar.com, Anda juga dapat berkonsultasi terkait pembelian dan penjualan dinar emas sesuai kebutuhan. Dengan memahami apa itu dinar emas secara menyeluruh, Anda dapat mengambil keputusan yang lebih bijak dan selaras dengan tujuan keuangan serta prinsip yang Anda pegang.
