Selain emas, perak semakin dilirik sebagai alternatif investasi logam mulia. Harganya lebih terjangkau, namun pergerakannya jauh lebih agresif. Banyak investor mulai bertanya, investasi perak apakah menguntungkan, atau justru terlalu berisiko untuk pemula?
Jawabannya, investasi perak bisa sangat menguntungkan, terutama untuk jangka menengah hingga panjang. Namun, potensi keuntungan tersebut datang bersama risiko volatilitas yang tinggi.
Pada 2025, harga perak tercatat melonjak lebih dari 100 persen dan bahkan mengungguli kenaikan emas. Memasuki awal 2026, harga perak global terus menanjak seiring meningkatnya permintaan industri seperti panel surya, kendaraan listrik, elektronik, dan pusat data AI.
Dengan pasokan yang cenderung defisit dan permintaan yang terus tumbuh, tidak sedikit analis menilai perak memiliki prospek kuat. Meski demikian, fluktuasi harga perak bisa mencapai 30 hingga 50 persen dalam waktu singkat. Karena itu, pemahaman strategi menjadi kunci utama agar tidak salah langkah.
Cara Investasi Perak Agar Untung
Agar potensi keuntungan perak dapat dimaksimalkan, Anda perlu pendekatan yang disiplin dan realistis. Berikut beberapa strategi yang umum digunakan investor berpengalaman.
1. Simpan Kurun Waktu 3–10 Tahun
Perak lebih cocok untuk investasi jangka menengah hingga panjang. Secara historis, perak sering memberikan imbal hasil tinggi dalam periode 5 sampai 10 tahun, terutama saat terjadi bull market berbasis pertumbuhan industri. Menyimpan perak kurang dari 3 tahun berisiko tinggi karena fluktuasinya sangat tajam.
Karena itu, perak lebih sesuai bagi Anda yang memiliki tujuan investasi jelas dan tidak tergoda untuk menjual saat harga bergerak turun dalam jangka pendek.
2. Beli Saat Harga Turun, Bukan Saat Ramai Dibicarakan
Salah satu kesalahan umum investor adalah membeli saat harga sudah naik dan ramai dibahas. Strategi buy the dip atau pendekatan kontrarian lebih disarankan. Tunggu koreksi harga sekitar 15 hingga 30 persen sebelum masuk, agar risiko penurunan lanjutan bisa ditekan.
Pendekatan ini membantu Anda masuk pasar dengan valuasi yang lebih rasional, bukan didorong oleh euforia sesaat.
3. Beli Bertahap (Dollar Cost Averaging)
Jangan langsung membeli dalam jumlah besar sekaligus. Strategi Dollar Cost Averaging membantu Anda mendapatkan harga rata-rata yang lebih stabil. Dengan membeli rutin, baik bulanan maupun mingguan, dampak fluktuasi ekstrem pada harga perak dapat diminimalkan.
Strategi ini juga lebih ramah bagi investor pemula karena tidak menuntut kemampuan menebak waktu pasar secara tepat.
4. Pilih Bentuk yang Tepat (Batangan atau Koin)
Untuk tujuan investasi, utamakan perak batangan murni atau koin bullion. Bentuk ini memiliki kadar tinggi dan likuiditas lebih baik. Sebaliknya, perhiasan perak kurang ideal karena terdapat ongkos desain dan jasa pembuatan yang tidak dihitung saat dijual kembali.
Inilah sebabnya banyak investor menegaskan bahwa investasi perak apakah menguntungkan sangat bergantung pada bentuk aset yang dipilih.
Mau beli perak batangan sekarang? Anda bisa mengecek informasi lengkapnya di Kebun Dinar. Kami menyediakan beragam produk emas dan perak untuk perhiasan maupun investasi Anda.
Pada akhirnya, investasi perak apakah menguntungkan sangat ditentukan oleh tujuan, jangka waktu, dan strategi yang Anda terapkan. Dengan pendekatan yang tepat dan kesabaran, perak dapat menjadi pelengkap portofolio yang menarik, terutama bagi investor yang siap menghadapi dinamika pasar logam mulia.
