Banyak orang memiliki persepsi bahwa perak merupakan elemen yang sama dengan besi, sehingga mempunyai karakteristik dan nilai serupa. Padahal, keduanya merupakan objek berbeda, hanya dari segi warna sama-sama memiliki kecenderungan keabu-abuan. Lantas, apakah perak bisa berkarat seperti logam lainnya? Simak pembahasan berikut untuk menemukan jawaban akurat tentang kemungkinan perak berkarat.
Apakah Perak Bisa Berkarat?
Secara teknis, jawabannya adalah perak tidak bisa berkarat, berbeda dengan besi dan logam paduannya seperti baja. Perak mengalami proses kimia berbeda yang disebut dengan tarnish atau warna yang menghitam. Hal ini dipicu oleh reaksi perak terhadap unsur-unsur di sekitarnya, meskipun perak sendiri termasuk dalam golongan logam mulia yang tahan korosi.
Jika besi bereaksi dengan oksigen dan air yang mengakibatkan proses oksidasi dan menjadi karat, perak sangat sensitif terhadap sulfur atau belerang. Di udara terbuka, terdapat partikel gas hidrogen sulfida (H2S) dalam jumlah kecil. Ketika perak terpapar gas ini, terjadi reaksi kimia yang menghasilkan lapisan tipis perak sulfida (Ag2S) di permukaannya.
Rumus Kimia: 4Ag + 2H2S + O2 🡪 2Ag2S + 2H2O
Lapisan perak sulfida inilah yang memberikan warna abu-abu gelap hingga hitam pada permukaan perak. Semakin tinggi kadar belerang di lingkungan, misalnya di daerah polusi tinggi atau dekat sumber air panas, maka proses tarnish pada perak akan terjadi lebih cepat.
Perbedaan Karat dan Tarnish pada Perak
Sudah jelas bahwa jawaban apakah perak bisa berkarat adalah tidak, melainkan mengalami tarnish. Namun, tetap saja banyak orang masih menyamakan antara karat dan tarnish karena keduanya sama-sama mengubah tampilan logam. Padahal, secara karakteristik dan dampak jangka panjang, keduanya sangat berbeda.
1. Karakteristik Karat
Karat adalah musuh utama logam berbasis besi yang terjadi karena reaksi besi dengan oksigen (O2) dan kelembapan (air). Karat bersifat destruktif, tidak hanya di permukaan besi, melainkan memakan struktur logam hingga ke dalam. Logam yang berkarat jadi keropos, mudah mengelupas, bahkan hancur. Warna karat identik dengan cokelat kemerahan atau oranye.
2. Karakteristik Tarnish
Sementara itu, secara umum, karakteristik tarnish pada perak tergolong lebih lunak. Pemicu tarnish adalah reaksi perak dengan senyawa sulfur (belerang) di udara atau keringat. Berbeda dengan karat yang bersifat destruktif, tarnish membentuk lapisan hitam pada permukaan perak yang sebenarnya berfungsi sebagai segel pelindung agar bagian dalamnya tidak ikut mengalami kerusakan.
Jadi, tarnish merusak estetika perak, tetapi tidak mengakibatkan korosi ataupun kerusakan menyeluruh. Warna tarnish semula kekuningan, lalu seiring waktu berubah jadi cokelat keputihan, hingga akhirnya menjadi hitam pekat. Tarnish juga masih bisa dihilangkan dengan cairan pembersih khusus atau kain poles perak. Bobotnya akan sedikit berkurang, tapi tampilannya kembali kembali berkilau.
Mau Investasi Perak Batangan? Chat Kebundinar
Jadi, apakah perak bisa berkarat? Jawabannya tidak, melainkan mengalami proses oksidasi yang berujung tarnish (berwarna kehitaman). Namun, tarnish sendiri tidak bersifat dekstruktif seperti karat, karena bisa dibersihkan dengan cairan pembersih khusus dan kain poles perak. Perawatannya yang mudah dan risiko minim membuat perak batangan layak menjadi instrumen investasi untuk dipertimbangkan.
Pilih perak batangan Antam di Kebundinar yang memiliki kadar kemurnian 99.9% (fine silver) dan bersertifikat. Jika berhalangan untuk datang langsung ke cabang Kebundinar terdekat, Anda bisa membuat janji temu untuk layanan Cash on Delivery (COD) dengan tambahan ongkir yang terjangkau. Menggunakan prinsip syariah, jual beli perak di Kebundinar dijamin amanah!
